Beranda » Jenis Tumbuhan » Polyalthia lateriflora

Polyalthia lateriflora

Polyalthia lateriflora (juga dikenal dengan nama ilmiah barunya, Monoon lateriflorum) adalah spesies pohon dari keluarga Annonaceae yang ditemukan di Asia Tenggara. Pohon ini dikenal dengan berbagai nama lokal seperti Banitan atau Semukau di Kalimantan, serta Tepis atau Mempisang di wilayah Indonesia lainnya

– Karakteristik Fisik

Menurut data dari Asian Plant dan Flora of Thailand, ciri-ciri utama pohon ini meliputi:

Ukuran: Pohon kanopi atas yang dapat tumbuh hingga ketinggian 42 meter dengan diameter batang mencapai 33 cm.

Daun: Berbentuk elips atau lanset sungsang (oblanceolate) dengan panjang 20–40 cm dan lebar 6,5–14 cm. Daunnya tidak memiliki penumpu (stipula) dan tersusun secara berseling.

Bunga: Berwarna kuning atau hijau kekuningan dengan semburat merah muda atau merah di bagian pangkal dalamnya. Kelopak bunganya memiliki panjang sekitar 55–70 mm dan tumbuh langsung pada batang atau dahan (cauliflorous).

Buah: Buahnya berupa kumpulan buah kecil (monokarp) yang berwarna merah-ungu saat matang, masing-masing berisi satu biji.

– Distribusi dan Ekologi

  • Spesies ini tersebar luas di wilayah tropis, termasuk:

Wilayah: Thailand, Semenanjung Malaysia, Singapura, Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Kepulauan Sunda Kecil, hingga Papua Nugini.

Habitat: Tumbuh di hutan dataran rendah yang tidak terganggu, sering ditemukan di hutan dipterokarpa campuran dan terkadang di hutan rawa gambut.

Elevasi: Umumnya ditemukan pada ketinggian hingga 333 meter, namun di Thailand dilaporkan bisa mencapai 1.250 meter di atas permukaan laut.

  • Kegunaan dan Kandungan

Kayu: Digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan.

Kandungan Hara: Polyalthia lateriflora tercatat memiliki kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium yang tinggi pada daunnya dibandingkan spesies hutan gambut lainnya.

Farmakologi: Penelitian pada kulit batang dan daun spesies Polyalthia menunjukkan potensi aktivitas antimikroba, sitotoksik (anti-kanker), dan antioksidan. Spesies ini juga mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid dan terpenoid.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less